Kamis, 26 Maret 2009

Sekilas Vokalis pertama Dream Theater: Charlie Dominichi

Charlie Dominici lahir tanggal 16 Juni 1951 di Brooklyn, New York. Ia dikenal sebagai vokalis Dream Theater, menggantikan Chris Collins (saat band ini masih bernama Majesty) dan kemudian digantikan oleh James LaBrie.

Charlie sebenarnya sangat menonjol sebagai anggota Franke and the Knockouts, dimana ia bermain gitar dan bertugas menjadi ‘backing vocal’. Ia mengikuti audisi Dream Theater tahun 1987 dan akhirnya direkrut di bulan November pada tahun yang sama.

Charlie tampil dalam debut album Dream Theater, 1989, ‘When Dream and Day Unite’. Usia Charlie yang lebih tua dibanding anggota band lainnya dan adanya perbedaan pribadi dan kreativitas yang dimilikinya membuat DT memecat Charlie. Ia memang penyanyi yang berbakat tapi karakter vokalnya yang cenderung nge-pop dirasa tidak cocok dengan komposisi band yang beraliran progressive. Mengacu pada penjelasan Mike Portnoy ‘seperti Billy Joel menyanyi di band Queensryche.’ Penyanyi bagus di band yang salah, kira-kira seperti itu

Charlie tetap berhubungan baik dengan DT sepanjang karirnya, meskipun telah menjadi manajer keuangan bisnis automobile. Bahkan Mike Portnoy menyewa Charlie untuk menyanyi pada pesta pernikahannya dengan Marlene Apuzzo.

Charlie sempat pula menggarap sebuah album bersama kakaknya, gitaris Kane Daily, sebuah album yang dianggap tidak sukses. Tahun 2003 Charlie merilis sebuah lagu berjudul ‘Now The Time Has Come’ dalam website-nya, tapi lagu yang hanya menampilkan suara piano ini dicopot dari website setelah beberapa bulan.

Suara Charlie bisa juga kita dengar di album ‘When Dream and Day Unite Demos’ keluaran Ytsejam records. Album yang menampilkan lagu-lagu sebelum produksi dan demo vokal dari beberapa lagu. Charlie juga pernah menyanyikan lagu-lagu The Beatles dan lagu tradisional Natal ‘O Holy Night’

6 Maret 2006, Charlie bergabung kembali dengan DT di Los Angeles untuk pertama kalinya setelah 15 tahun untuk sebuah penampilan spesial merayakan hari jadi album pertama DT, WDaDU . Setelah DT menampilkan seluruh album, mereka pun memainkan lagu ‘To Live Forever’, sebuah track non-album yang ditulis pada periode yang sama, kemudian James LaBrie memanggil Charlie untuk yang menyanyikan lagu itu. DT lalu membawakan ‘Metropolis’ yang juga ditulis di periode yang sama dengan WDaDU dan ‘To Live Forever’. Charlie dan James pun berduet membawakan Metropolis. Jordan Rudess dan Derek Sherinian juga duet bermain kibord.

Penampilan ini kemudian dirilis oleh YtseJam records dalam bentuk CD dan DVD yang bertajuk “When Dream and Day Unite Reunite’. Versi DVD –nya menampilkan juga ‘footage’ saat DT melakukan tour dengan Charlie di tahun 1989.

Meskipun sudah tidak aktif bernyanyi sejak meninggalkan DT tahun 1989, penampilan ini ternyata membuatnya gatal untuk membuat musik lagi. Tahun 2005, ia merilis album solo berjudul ‘03: A Trilogy, Part One’, album pertama dari konsep tiga album.

Saat ini Charlie sudah menandatangani kontrak untuk merilis album lebih luas lagi dengan label ‘InsideOut Music’ untuk ‘angsuran’ kedua dari album trilogy-nya, ‘03:Trilogy, Part Two’, yang dirilis bulan Februari 2007. CD ini jauh lebih ‘heavy’ dan ‘progressive’ dibanding album sebelumnya, dan direkam dengan format ‘full band’ dengan nama ‘Dominici’

Dominici menjadi band pembuka DT pada tiga pagelaran Chaos in Motion World Tour di bulan Juni 2007.

22 April 2008, Dominici merilis ‘angsuran’ terakhir dari trilogy-nya dengan tajuk ‘03: A Trilogy, Part Three’. Namun setelah itu Charlie seperti tidak memperlihatkan ketertarikan untuk membuat konsep album lagi


Diskografi dan anggota band

Ø dengan Franke and the Knockouts

· Franke and the Knockouts (1981)

* Franke Previte - vokal
* Billy Elworthy - lead dan ritem gitar
* Blake Levinsohn - kibord
* Tommy Ayers - kibords, backing vokal
* Leigh Foxx - bas
* Claude LeHenaff - dram
* Charlie Dominici: - backing vokal



Ø dengan Dream Theater

· When Dream and Day Unite (1989)

* Mike Portnoy – dram
* John Petrucci – gitar
* John Myung _ bas
* Kevin Moore – kibord
* Charlie Dominici – vokal


· When Dream and Day Unite Demos (2004)

* Mike Portnoy – dram
* John Petrucci – gitar
* John Myung _ bas
* Kevin Moore – kibord
* Charlie Dominici – vokal

· When Dream and Day Reunite (CD and DVD) (2005)

* Mike Portnoy – dram
* John Petrucci – gitar
* John Myung _ bas
* James LaBrie – vokal
* Jordan Rudess - kibord
* Charlie Dominici – vokal
* Derek Sherinian - kibord



Ø dengan Dominici

· O3: A Trilogy, Part One (2005)

* Charlie Dominici – akustik gitar, harmonika, vokal


· O3: A Trilogy, Part Two (2007)

* Charlie Dominici - vokal
* Brian Maillard - gitar
* Yan Maillard - dram
* Riccardo "eRik" Atzeni - bas
* Americo Rigoldi - kibord

· O3: A Trilogy, Part Three (2008)

* Charlie Dominici - Vokal
* Brian Maillard - Gitar
* Yan Maillard - Dram
* Riccardo "eRiK" Atzeni - bas
* Americo Rigoldi - Kibord

sekilas John Petrucci

John Peter Petrucci lahir di Kings Park, Long Island, New York, Amerika Serikat pada tanggal 12 Juli 1967. Petrucci dikenal sebagai seorang gitaris sekaligus sebagai salah satu pendiri grup band progressive metal dari Amerika Serikat, Dream Theater. Petrucci juga terlibat langsung sebagai produser dalam album-album Dream Theater sejak tahun 1999 atau sejak album konsep Metropolis part II : Scenes from a Memory bersama drummer, Mike Portnoy. Selain sebagai gitaris dan produser, Petrucci juga dikenal sebagai pembuat lirik lagu - lagu Dream Theater. Spesialisasi teknik gitar Petrucci adalah alternate picking.

Petrucci tumbuh dalam keluarga yang mencintai musik. Hal ini terlihat dari seluruh saudaranya yang menjadi pemusik. Sedangkan Petrucci sendiri akhirnya memilih gitar sebagai instrumen pilihannya. Petrucci mulai bermain gitar sejak usia 12 tahun. Dia menghabiskan waktu kira-kira enam jam dalam satu hari untuk berlatih gitar. Tidak berbeda dengan anak-anak lain, Petrucci kecil juga mempunyai idola. Dia sangat terpengaruh oleh permainan gitaris-gitaris seperti Yngwie Malmstein, Steve Morse, Steve Howe, Steve Vai, Stevie Ray Vaughan, Al Di Meola, Alex Lifeson dan Allan Holdsworth. Dia menyebut para idolanya dengan sebutan “the Steves and the Als”. Dia juga terpengaruh oleh band - band seperti Rush, Yes, Iron Maiden, The Dregs, hingga Metallica. Sewaktu kecil, Petrucci pernah membuat sebuah band bersama sahabatnya, Kevin Moore. Setelah lulus dari SMA, Petrucci memilih untuk masuk ke sekolah musik, Berklee College of Music di Boston.

Perjalanan karir Petrucci dimulai saat dia kuliah di Barklee. Petrucci dan sahabatnya saat SMA, John Ro Myung, mempunyai ide untuk membentuk sebuah band untuk mengisi kekosongan saat kuliah. Mereka bertemu dengan drummer Michael “Mike” Stephen Portnoy di salah satu ruang latihan di Berklee dan setelah dua hari negosiasi akhirnya Mike setuju untuk bergabung. Posisi keyboard ditempati oleh sahabatnya waktu kecil dulu, Kevin Moore. Sedangkan Chris Collins terpilih menjadi vokalis. Terbentuklah sebuah band yang diberi nama Majesty. Majesty sendiri sempat membuat demo album. Namun ternyata Majesty tidak bertahan lama. Dengan alasan berbeda aliran musik, Chris Collins mengundurkan diri. Tempatnya digantikan oleh Charlie Dominici. Ternyata nama Majesty-pun telah digunakan oleh band lain. Oleh karena alasan itu, Petrucci, Myung, Portnoy, Moore dan Dominici, sepakat untuk mengganti nama band mereka menjadi Dream Theater. Dream Theater sendiri diambil dari nama sebuah gedung bioskop favorit ayah Mike Portnoy yang bernama Dream Theatre. Ejaan Amerika yang berbeda membuat kata theatre berubah menjadi theater.

Petrucci bersama Dream Theater merilis album pertama When Dream and Day Unite tahun 1987. Nama Petrucci mulai dikenal banyak orang ketika album kedua Dream Theater, Images and Words, yang dirilis tahun 1992, mendapat respon bagus oleh masyarakat Amerika. Video klip lagu Pull Me Under muncul di MTV dan diputar di radio. Album ini juga menelurkan hits seperti Another Day dan Take the Time yang membuat Dream Theater semakin dikenal. Kemudian diikuti dengan konser - konser Dream Theater dari dalam negeri hingga luar negeri. Hingga saat ini Dream Theater telah merilis 9 studio album, 5 rekaman live, dan 7 album single. Namun Dream Theater juga tidak lepas dari masalah. Dari mulai konflik internal, gonta - ganti personil, hingga masalah dengan label rekaman pernah dihadapi. Akhirnya formasi yang terbentuk dari tahun 1999 hingga saat ini adalah John Petrucci (gitar), John Myung (bass), Mike Portnoy (drum), James LaBrie (vokal) dan Jordan Rudess (keyboard). Bersama label baru, Road Runner, Dream Theater merilis album ke-9 pada tahun 2007 lalu yang diberi judul Systematic Chaos.

Tahun 1995, Petruuci membuat sebuah instructional video,berjudul Rock Discipline. Dalam video tersebut, Petrucci menjelaskan teknik - teknik bermain gitar untuk para pemula. Pada tahun yang sama, Petrucci juga terlibat sebagai kolumnis pada edisi majalah Guitar World, Wild Stringdom Series. Sebuah buku dengan judul yang sama juga akhirnya diterbitkan sebagai sebuah kumpulan dari lessons yang terdapat dalam majalah tersebut.

Selain bersama Dream Theater, Petrucci juga mempunyai side projects. Bersama Mike Portnoy (drum), Jordan Rudess (keyboard) dan Tony Levin (bass / chapman stick), mereka membentuk grup band instrumental bernama Liquid Tension Experiment (LTE). LTE menghasilkan dua album yang cukup sukses yaitu Liquid Tension Experiment I (1998) dan Liquid Tension Experiment II (1999). Petrucci dan istrinya, Rena Sands, mendirikan sebuah label musik sendiri dengan nama Sound Mind Music tahun 2000. Album pertama yang dirilis oleh label milik Petrucci tersebut adalah album duet antara John Petrucci (gitar akustik / elektrik) dan Jordan Rudess (piano / keyboard) dengan judul An Evening with John Petrucci and Jordan Rudess. Pada tahun 2001, Petrucci berkesempatan untuk ikut serta dalam konser G3 di Amerika Utara bersama “dewa-dewa gitar” seperti Joe Satriani dan Steve Vai. Dalam konser G3, Petrucci dibantu oleh Mike Portnoy (drum) dan Dave LaRue (bass). Petrucci melanjutkan konser G3 pada tahun 2005 di Mexico dan Jepang bersama Joe Satriani, Eric Johnson, dan Steve Vai, kemudian di Amerika Selatan, kembali bersama Satriani dan Vai. Sedangkan untuk tahun 2007, Joe Satriani, Paul Gilbert, dan John Petrucci berkumpul dalam konser G3 di Amerika Utara. Petrucci juga dipercaya untuk mengisi part gitar album - album lain, seperti pada album solo keyboard Jordan Rudess, Feeding the Wheel (2001) dan pada lagu Czar of Steel di album solo keyboard Derek Sherenian (ex-keyboardis Dream Theater), Blood of the Snake (2006). Selain itu dalam album Marty Friedman, Loudspeaker (2007), Petrucci hadir sebagai Special Guest Guitarist. Petrucci juga pernah mengisi soundtrack video game Sega Saturn : Necronomicon. Dalam game tersebut, Petrucci membuat dua lagu dan kemudian diberi judul Prologue dan Epilogue. Selain itu Petrucci juga cukup aktif mengadakan guitar clinic di berbagai tempat. Petrucci merupakan voting member dari NARAS (National Academy of Recording Arts and Sciences), yaitu suatu akademi pencetus ajang penghargaan musik bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Award.

Tahun 2005, Petrucci merilis album solo gitarnya yang pertama dengan nama Suspended Animation. Album solo ini diproduseri oleh Petrucci sendiri dan bernaung di bawah labelnya, Sound Mind Music. Dalam pembuatannya yang memakan waktu hingga empat tahun, Petrucci dibantu oleh Dave LaRue (bass), Dave DiCenso (drum) dan seorang re-mixer, Tony Verderosa. Album ini juga di-mixed oleh Kevin Shirley yang merupakan mix engineer album-album Dream Theater. Beberapa lagu dalam album tersebut adalah lagu yang pernah dibawakan Petrucci saat konser G3.

Selain piawai bermain gitar, Petrucci juga piawai membuat lirik. Tema yang diangkat antara lain fantasi, filosofi, keluarga, dll. Masalah agama juga tak lepas dari jangkauan lirik lagunya. Dalam lagu In the Name of God (album Train of Thought), Petrucci mengkritik para ahli agama yang mengatasnamakan Tuhan untuk membenarkan segala bentuk kekerasan. Petrucci juga pernah membuat lirik untuk ayahnya yang terserang kanker otak dalam lagu Another Day dan mededikasikannya dalam lagu Take Away My Pain (album Falling Into Infinty)setelah ayahnya meninggal. Untuk lagu – lagu yang bertemakan filosofi banyak terdapat dalam album Metropolis part II : Scenes from a Memory seperti lagu The Spirit Carries On dan Beyond This Life. Petrucci juga banyak menyoroti masalah kejiwaan / psikologis dalam lagu – lagu di album Six Degrees of Inner Turbulence. Pada album Systematic Chaos, Petrucci mengangkat tema fiksi seperti cerita tentang monster, vampire, roh / arwah, dalam lirik - liriknya yang terilhami dari beberapa komik dari berbagai negara.

Sebagai seorang gitaris dunia, Petrucci telah memperoleh beberapa penghargaan. Tahun 1992, Petrucci di-endorse oleh Ibanez Guitar untuk memakai produk gitar mereka. Oleh Ibanez, Petrucci dibuatkan signature guitar model, yaitu Ibanez JPM100 P1, P2, P3, P4 dan JPM 90th Anniversary. Tahun 1999, Petrucci memutuskan pindah dari Ibanez ke Ernie Ball / Music Man. Sama seperti waktu di Ibanez, Petrucci kembali dibuatkan gitar pribadi dengan nama EB/MM John Petrucci BFR Series. Gitar tersebut digunakannya hingga saat ini. Petrucci juga dipercaya untuk memakai produk-produk dari DiMarzio (pickups), Ernie Ball (strings), Axess Electronics (foot controller), Boss (effects), Dunlop (plectrum, wah effect), dan Mesa Boogie (cabinets, amplifiers). Solo gitarnya pada lagu Under a Glass Moon masuk dalam 100 solo gitar terbaik sepanjang masa. Profil Petrucci pernah ditampilkan dalam majalah Guitar Player edisi Oktober 2007. Majalah Total Guitar menobatkan Petrucci sebagai ”Guitarist of the Year 2007″. GuitarOne bahkan menempatkan John Petrucci pada rangking ke-9 “Greatest Shredder of All Time”.

Enjoy Musically


™SamueL_ALSTON_ChandrA™

Dream_Theater Biography lhar...





Dream Theater yang awalnya bernama Majesty ini dibentuk di New York tahun 1985. Berawal dari kolaborasi John Myung (bas), John Petrucci (gitar) dan Mike Portnoy (drum) yang belajar di sekolah musik Berklee College of Music, mereka kemudian merekrut Kevin Moore (keyboard) dan Chriss Collings (vokal). Grup ini kemudian berganti nama menjadi Dream Theater lantaran ada grup lain yang juga bernama Majesty dan menuntut agar mereka berganti nama.

Album pertama mereka, WHEN DREAM AND DAY UNITE dirilis dirilis oleh Mechanic Records tahun 1989. Album ini gagal menembus pasaran dan mengakibatkan tour promo Dream Theater juga dibatasi hanya di sekitar New York saja. Terjadi perubahan formasi setelah album pertama ini. Album kedua mereka IMAGES AND WORDS dirilis dengan James LaBrie yang mengisi vokal.

Tahun 199, Jordan Rudess masuk mengisi posisi keyboardist dan tahun yang sama Dream Theater melepas album METROPOLIS PT. 2: SCENES FROM A MEMORY.

Album-album Dream Theater termasuk jarang yang laku keras. Hanya album IMAGES AND WORDS yang tercatat meraih gold album. Namun berbeda dengan live album mereka yang ternyata lebih sukses de pasar. 4 live album mereka malah mencetak platinum album buat Dream Theater.

Dream Theater tercatat merilis 10 studio album, 5 live album, dan 1 album kompilasi selama berkarir lebih dari 20 tahun. Dengan fomasi terakhir James LaBrie (vocal), John Myung (bass), John Petrucci (guitar), Mike Portnoy (drums), dan Jordan Rudess (keyboard) terakhir mereka melepas album SYSTEMATIC CHAOS 2007 kemarin.

Enjoy Musically

™SamueL_ALSTON_ChandrA™